Thursday, December 28, 2017

Fiktif

  No comments
untuk terakhir kali aku baca-baca lagi chat-chat lama kita
dihari pernikahanmu
sambil menyesali keterlambatanku
untuk terakhir kalinya
luka ini gak bisa aku sembuhkan, cuma bisa aku sembunyikan
sekarang kamu mau menjodohkanku dengan temanmu
kamu bilang "dia teman terbaikku
aku mau dia dapat yang terbaik
aku tau kamu adalah yang terbaik"
aku diam
kamu diam
tapi dalam hati sama-sama bergumam
"sebenarnya aku maunya kamu yang untukku"
Kita yang sama-sama punya rasa
Kita yang tetap diam seribu bahasa
Terakhir kali ini kita sesali, besok kita sama-sama lupa

tratak dung dung plangz, cerita ini hanya fiktif kok haha
atau mungkin ketawaku yang fiktif, hanya untuk menyembunyikan luka. sekian

Saturday, May 6, 2017

Manusia Gagal

  No comments
Tidak apa menjadi manusia gagal, asal jangan gagal menjadi manusia(asb)
Kata "manusia" memiliki arti lebih dari sekedar mahluk hidup, kata itu adalah sebuah gelar sepaket dengan tanggung jawab, gelar itu diberikan bukan karena bentuk fisik, tapi dari bagaimana kau memperlakukan orang lain (mantradeva)

Tidak apa nak kamu menjadi manusia gagal, asal jangan gagal menjadi manusia. Lihat disekitar kita, berapa banyak yang gagal dengan tanggung jawabnya sebagai manusia. Gagal ya tidak apa-apa, Tuhan menyuruhmu untuk berusaha sekeras tenaga bukan menyuruhmu untuk berhasil. Dia akan menilai usahamu, dan suatu saat pasti Dia memberi keberhasilan.
Yang terpenting kamu jangan gagal menjadi manusia. Gagal menjadi manusia berarti gagal dengan tanggung jawabmu sebagai manusia, gagal mengabdi pada pencipta, gagal memperlakukan orang lain dengan semestinya. Lihat berapa banyak orang-orang yang tidak memperlakukan orang tuanya sebaik yang dia bisa, lihat berapa banyak orang yang mengabaikan ibadahnya, lihat orang-orang yang melepaskan sifat-sifat kemanusiaannya, itu orang yang gagal menjadi manusia.
Tidak apa kamu gagal berkali-kali, gagal juga gak mati, gagal bisa coba lagi, sampai mati.
Asal masih berhasil menjadi manusia....
Ini lebih berat...

Saturday, February 11, 2017

What If

  No comments

Bagaimana jika Allah membuatmu menangis untuk mengajarimu bagaimana menghibur mereka yang sedang bersedih.
Bagaimana jika Allah menjatuhkanmu untuk mengajari bagaimana cara bangkit dan menjadi kuat.
Bagaimana jika Allah membuatmu menunggu untuk mengajarimu kesabaran.
Bagaimana jika Allah ingin memberimu anugrah Dia bersihkan dulu dosa-dosamu, dengan sakit, dengan cobaan.
Bagaimana jika kamu tidak tau cara-cara Allah dan terus mengeluh?

Sunday, February 5, 2017

Memoruzzle

  No comments
Orang baru datang bukan untuk menggantikan posisi yang lama, ia datang untuk melengkapi lagi satu potongan puzzle yang kurang dalam hidupmu.
Seseorang bisa datang dan pergi sesukanya, kemudian kamu bingung bagaimana mencari penggantinya. Tidak perlu dicari penggantinya, biarkan ia yang pergi tetap pada tempatnya. Bagaimanapun dia pernah ada untuk menjadi salah satu bagian puzzle hidupmu, yang tanpa kehadirannya mungkin menyisakan lubang yang menganga. Biarkan dia tetap ditempatnya merangkai puzzle-puzzle memori, sekedar untuk dikenang sendiri, atau untuk diceritakan dihari tua.
Silahkan bersedih, mau selamanya juga tidak apa-apa. Tapi sedih yang berakhlak, sedih tapi tetep biasa aja, sedih tapi dalam hati aja, sedih tapi tetap jalan apa adanya. Tidak perlu sampai terdiam terlalu lama, terpuruk terlalu dalam, dan semua terlalu yang lain.
Kemudia pada saatnya akan datang orang baru, bukan untuk menggantikan, tapi untuk melengkapi satu potong lagi puzzle memori. Jelas karena ia berbeda, tidak akan cocok diletakkan ditempat yang sama, seperti setiap puzzle yang punya letak masing-masing, setiap potong saling melengkapi bukan saling mengganti. Jalani saja seperti biasa, kemudian lupa atau terus sampai tua.

Saturday, February 4, 2017

Menulis

  2 comments

Aku ingin menulis, untukmu
Sekedar sedikit memberi semangat
Karena seringkali aku tak mampu berkata, lewat suara
Aku selalu ingin setidaknya menyemangati, tapi selalu takut bicara
Maka, aku ingin menulis
Menulis untukmu
Agar setidaknya kamu tau
Aku juga rasa yang kamu rasa, dalam persfektifku tentunya
Bukan, bukan
Aku tidak tau kenapa menulis bukan
Cuma ingin bilang bukan, barangkali kamu salah sangka
Sudahlah, aku hanya ingin menulis
Untukmu
Tapi bahkan lewat tulisan, aku masih takut
Aku masih tidak tau
Bagaimana supaya kamu tau
Sial
Bahkan lewat tulisan, yang bisa bebas diedit
Aku masih tidak tau
Bagaimana supaya kamu tau
Aku peduli
Ahh
Bahkan menulis pun aku masih mengeradau
Aku masih tidak tau
Apakah kamu tau?

Wednesday, January 25, 2017

Surat Terbuka untuk Mereka yang Culas di Luar Sana

  No comments
Yang saya tau namanya mbah harsoyo, orang yang kalian minta untuk lengser lewat petisi bodoh kalian itu adalah orang yang sedari awal tidak pernah sedikitpun  menginginkan jabatan yang tiap periode kalian jadikan rebutan, bahkan yang terjadi dia me nolak nya karena setau saya dia paham betul berapa beratnya memikul sebuah amanah.
jangan tanya saya tau dari mana, but i can assure you, dia berbeda dengan kalian dan gerombolan Kalian yang terbiasa kotor culas berebut kuasa.
tunggu saja waktu dhuha atau dzuhur, kau akan melihatnya berjalan dengan sendal jepit swallow ijo, berselempang sajadah dengan lengan baju tergulung berjalan kaki ke masjid berkubah warna emas nan megah dikampus yang konon kaya ini....jangan berani kau menuduhkan itu  pencitraan, dia melakukan nya jauh sebelum menjabat apapun dan jauh sebelum kau menepuk dada dengan pencitraanmu dan semua kesibukanmu konsolidasi berebut jabatan jabatan di kampus
yang kutau dia adalah satu dari segelintir orang yang membuatku percaya bahwa ternyata manusia zuhud dan tawadlu masih ada di kampus ini...bukan sekedar yang pura pura zuhud dan pura pura tawadlu tapi pencitraan dimana mana
maka izinkan mbah harsoyo menyelesaikan ujian ini dengan segala daya upaya nya.
jangan menjadi manusia manusia yang culas yang bermain politik ditengah duka cita kepergian adik adik kita.
dalam keyakinanku tak usah kau minta dia pun akan mundur bila diizinkan dan bila tak mampu lagi menahan rasa bersalah nya atas kejadian yang luput dari kuasa dan kehendaknya, dia bukan kalian yang hatinya dari batu, dia itu orang baik yang hatinya sangat lembut, jangan kau sakiti dg ucapanmu, dia sudah merasakan sakit yang luar biasa ketika adik adik kita diperlakukan demikian rupa hingga meregang nyawa.
kau boleh culas, kau boleh kotor karena mungkin memang itu nature mu dan gerombolanmu, tapi jangan sekarang, jangan dalam keadaan penuh duka seperti ini dan jangan kau lakukan pada orang orang baik yang dalam dirinya tak pernah terlintas niat niat buruk seperti benakmu dan tak  paham cara cara kotor semacam ini.
biarkan mbah harsoyo menyelesaikan tugasnya sebagai seorang Muslim, kau akan lihat betapa dia adalah orang yang bertanggungjawab dan amanah.
-Zaka Akhmad

Saturday, January 21, 2017

Mirip Puisi tapi Bukan

  No comments
hujanrindu
Bicara rindu
Bicara rindu mungkin akan memunculkan puluhan judul buku
Bicara rindu mungkin akan memunculkan ribuan penyair baru
Bicara rindu tak pernah semembosankan menunggu
Bicara rindu itu bicara tentang kamu (mhantab jivva 👽👽)

Rindu itu fitrah
Semua orang punya rindunya sendiri
Sang sufi punya rindu, rindu menatap wajah Rabb-nya, rindu bertemu nabinya yang dicinta
Sang pencinta punya rindu, rindu duduk berdua dengan kekasihnya
Bahkan sang pendosa juga punya rindu, rindu bercengkrama dengan Tuhan yang sudah lama terlupa

Dan
Tiba-tiba saya lupa harus menulis apa
Ternyata rindu juga bisa membuat lupa, lupa kepada semua selain yang dirindu.
Tapi saya tidak tau, kenapa masih berlanjut tulisan ini
Ternyata rindu sulit dipahami, cuma bisa dirasa sendiri

Kadang jarak beranak rindu
Kadang rindu muncul bahkan tanpa jarak
Yang dirindu dekat, yang dirindu masih terlihat, tapi rindu
Namanya rindu, siapa tau yang dia mau
Tetiba muncul dan kamu menjelma perindu

Wednesday, January 18, 2017

Daun, Burung, Lalala

  No comments
lalala
Satu-satu
Daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya
Satu-satu
Burung kecil, berterbangan tinggalkan sarangnya
Jauh-jauh, ke langit biru

No one is destined to be alone (Jaguar D Saul in One Piece).

World is a very large place, no matter who you are, you were not born to be alone. Once upon a time everyone definitely felt alone, it is normal. But that condition will not occur in a whole life, someday in the future there will be true friend who always there to share and to live a good or bad life together.
In my life I've found those who deserve to be called "friends" or maybe more. one of them is a group of badass people, a group of underground organization named Lalala. This group consists of eleven persons of young engineers who studied in Yogyakarta, a special region in Indonesia. Namely Me, Alif (mbah gepenk), Agas (onion head, immature), Shofi (gombong's original product), Ira (cilacap ngapax management), Randy (the destroyer), Tika (from a super faraway lost regency), Bhara (the flower of kebumen), Dika (mr. jet), Wisnu (the diet master), Raychan (Arabian rhapsody).
I found them in my study in this awesome city, as a proof of Imam syafi'i's words. He said that a young man must travel, and do not worry because you will get new family in the travel, and I found them.
I'm not sure how was the first time we got together, but since then we almost never separated. We're not always belonging at one place every time, just mostly, but one thing that we are always a group till the end. Many said that a true friend is difficult to find, hard to keep, impossible to forget, yet we're not only friends, we are family with different blood line.
Now, all of us had been graduated from our university, since we came from various region and also we have various different dreams, we have to go our own way. We have to go different ways, but still, lalala is one of the best never last. Leaving doesn't mean forgetting, we just go different ways but sure will end up together in one final destination.
We are like leaves, fallen from stalk
We are like birds, flying away leaving the nest
But this is not the end...... to be continued

Mimpi yang Beradaptasi

  No comments
photobyzain
Manusia hidup didampingi mimpi
Manusia berlari mengejar mimpi
Manusia menua membawa mimpi
Matipun mewariskan mimpi

Kadang saya berfikir (kalimat ini menunjukkan bahwa kadang saya juga gak mikir), bahwa mimpi harus terus dikejar sampai mati. Bahwa mimpi harus diperjuangkan sampai dapat. Tapi seiring berjalannya waktu saya mulai goyah, saya pikir ini perlu difikir lagi. Manusia bebas bermimpi, tapi manusia harus tau bahwa Tuhan yang lebih tau. Tuhan lebih tau mimpi mana yang harusnya dikejar, mimpi mana yang harus mulai dilupakan.

Saya kira setiap orang harus bermimpi dengan mimpi yang beradaptasi.

Harus disadari, kadang mimpi memang harus beradaptasi, dengan keadaan, dengan waktu, dengan keimanan.
Kadang keadaan tidak memungkinkan berpaku pada satu mimpi sampai mati, maka carilah mimpi yang lain. Mimpi harus beradaptasi dengan keadaan.
Kadang waktu tidak memberi kesempatan sampai mati, maka cobalah mimpi yang lain atau wariskan saja mimpimu dengan yang lain.
Kadang mimpi terbentur dinding iman, maka pilihlah imanmu, karena iman adalah yang paling diimpikan penduduk neraka. Ya, mereka bermimpi menjadi beriman, sehingga mereka tidak perlu berada di neraka.

Silahkan berpeluh mengejar mimpi, tapi pada masanya ia harus beradaptasi.

Sunday, January 15, 2017

Mari Sudahi

  No comments
Seperti yang sudah-sudah, saya hanya akan diam dan membiarkan semua berlalu lagi.
Seperti yang sudah-sudah, saya akan simpan sendiri sampai orang-orang pergi dan kemudian berbicara sendiri dalam hati.
Seperti yang sudah-sudah, saya masih belum berani.
Seperti yang sudah-sudah, selalu seperti yang sudah-sudah.
Ya sudahlah
Mungkin belum saatnya saya berhenti mencari, mari sudahi.

Wednesday, January 4, 2017

Kamu dan Lontong Kari

  No comments
Yogyakarta,
Suatu pagi yang masih agak ngantuk, suatu pagi yang dengan  perasaan sama seperti pagi-pagi lainnya...laper. Suatu pagi dimana ada kisah tentang sepiring lontong kari dan kamu, iya kamu...ketidakmungkinan yang sering aku semogakan (sering loh ya bukan selalu, soalnya kadang juga enggak aku semogakan).
Pagi itu sepiring lontong kari pun jadi terasa istimewa, ya istimewa seperti masakan eropa yang sering diposting anak path di akun mereka, dan pastinya yang bikin sepiring lontong kari itu jadi istimewa ya.....embak penjualnya dan kamu juga pastinya. Memang begitulah seharusnya, setidaknya menurutku bahwa secinta-cintanya aku pada seseorang, seseorang itu bukanlah segalanya, duniaku bukan hanya di dia, masih ada yang lain, masih ada Rabb ku, nabiku, orangtuaku, seperti juga masih ada embak penjual lontong kari selain kamu yang membuat sepiring lontong kari itu jadi istimewa.
Mungkin kamu bahkan gak sadar, pagi dan sepiring lontong kari denganmu itu menulis sebaris doa yang sekarang sudah aku kirim ke Dia yang selalu mendengar doa siapapun, sambil berharap dengan sangat doa itu akan dikirim balik dalam bentuk kamu, iya kamu. Meskipun bukan kamu seutuhnya dan seluruhnya yang jadi milikku, karena memang begitulah seharusnya, setidaknya menurutku bahwa kamu masih milik Rabb mu yang dititipkan untuk aku jaga, bahwa kamu masih gadis kecil orangtuamu yang mereka percayakan untuk aku sayang.
Sesendok demi sesendok lontong kari itu kita nikmati sama-sama, sampe habis, habis semuanya, bagian yang enaknya dan yang gak enaknya. Kadang aku juga dua sendok sekaligus sih, sesendok dari piringku dan sesendok dari piringmu, karena memang begitulah seharusnya, setidaknya menurutku bahwa kita akan memiliki bagian kita masing-masing, tapi kadang aku akan mengambil dua bagian karena dosamu aku yang tanggung, seperti juga bahagia karenamu aku ikut merasakan.
bersambung.......karena pagi ini aku laper lagi dan pengen sepiring lontong kari lagi jadi tulisannya aku pending dulu ya, karena memang begitulah seharusnya, setidaknya menurutku bahwa cintaku harus ku pending dulu, sampai menyentuhmu adalah ibadah, dan menjagamu adalah kewajiban.

Tuesday, January 3, 2017

Rindu yang Berulang

  No comments
Ada rindu yang berulang
Malam itu aku lupa tanggal berapa, aku berkendara keliling jogja. Tidak ada tujuan, hanya menyusuri jalan. Sekedar ingin menikmati suasana kota, sambil mengingat lagi kenangan di kota istimewa.

Rasanya ada rindu yang berulang
Malam itu sedikit gerimis, basah di kota romantis. Romantisme Jogja tidak melulu tentang cinta, masih banyak romantisme lain yang terasa. Romantisme perjuangan meraih cita, dan persahabatan yang tak kenal masa.

Dan memang, rindu ini akan terus berulang
Rindu yang memanggil untuk kembali, mengulang memori. Jogja, belum pergi sudah ingin kembali, belum menjauh sudah merindu. Perginya masih lama, rindunya sudah terasa.

Rindu yang berulang
Perlu diulang berapa kali lagi biar kamu tau aku rindu?
Jogja, izinkan aku untuk selalu merindu.
Jogja, cerita belum usai saat aku pergi.

Jadi malam itu saya emang beneran keliling jogja, tapi niat awal sih gak gitu. Emang malam itu saya kesasar aja, jadilah keliling. Tapi ternyata jadi menikmati suasana jogja, kesasar yang baik. Kesasar yang bikin menikmati Jogja yang tiap sudutnya romantis, katanya, kata saya juga.
Rasanya emang bener ya, ada rindu yang berulang. Jadi rindunya tu gak cuma sekali datang, tapi ada lagi dan ada lagi. Kalo boleh berpendapat, satu masa dalam hidup setiap orang harus ngerasain tinggal di Jogja, minimal jalan-jalan lah ke jogja.
Disini ada banyak hal yang susah dijelasin, harus dirasain. Saya aja yang pertama datang gatau apa-apa tentang Jogja, sekarang berat buat ninggalin. Soalnya masih sama kayak pertama, belum tau apa-apa *ketawa*. Rasanya masih pengen berpetualang menyusuri sudut-sudut kota yang belum terjamah kamera. Tapi apa daya, waktu jualah yang membuat saya harus pergi. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan balik lagi kesini, sekedar menikmati suasana dan nostalgia masa muda, walaupun sekarang juga belum tua sih.

Sunday, January 1, 2017

Perhatikanlah Empat Orang Ini Agar Hati Tidak Mati

  No comments
Dalam hidup ini ada empat tipe orang,
Pertama, yang seperti makanan, mau gak mau kita perlu.
Kedua, yang seperti obat, kita cuma perlu dia pada kondisi tertentu.
Ketiga, yang seperti penyakit, yang harus selalu kita waspadai karena kapan aja bisa menjangkit.
Keempat, yang seperti racun, tipe ini gak cuma harus diwaspadai tapi juga dijauhi, bisa bikin mati.

Yang seperti makanan adalah para ulama', mau gak mau kita perlu mereka. Coba deh jauh-jauh dari makanan, bisa mati jasad manusia. Jauh-jauh dari ulama' juga bikin mati, tapi yang mati adalah hati. Maka kita perlu selalu dengan ulama setiap hari, biar hati gak kelaperan dan mati. Sekarang kan gampang, banyak pengajiaan di masjid-masjid, atau di yutup aja juga banyak rekaman ceramah mereka. Jangan lupa pilih yang bener, yang berlandaskan Qur'an dan hadits.
Yang seperti obat adalah teman, kita perlu mereka dalam kondisi tertentu, seperti kita perlu obat dalam kondisi sakit. Misalnya pas lagi patah semangat, kita perlu teman buat nyemangatin lagi. Pas lagi kesepian, kita butuh teman buat ngeramein. Seperti kita perlu mereka dalam kondisi tertentu, pastinya mereka juga perlu kita dalam kondisi tertentu. Jadi sebisa mungkin kita harus selalu ada pas mereka perlu, kayak kita mau mereka ada pas kita perlu. Bukan berarti kita jauhi pas ga lagi perlu ya, karena pada dasarnya kita harus sedia payung sebelum hujan, kita menjadi payung mereka dan mereka menjadi payung kita . Maka teman itu penting, karena mereka yang menyembuhkan luka hati. anjayy
Yang seperti penyakit adalah ahli maksiat, ini harus diwaspadai karena sifat buruk itu bisa nular. Mewaspadai bukan berarti selalu menjauhi, kadang perlu mendekati buat ngingetin. Mewaspadai bukan berarti membenci, mereka perlu ditolong juga kan. Tapi kalo selalu deket dengan mereka tanpa filter ya bahaya juga, bisa sakit hati ini.
Yang seperti racun adalah orang-orang liberal, syi'ah, dan lain-lain yang pemikiran akidahnya melenceng. Ini harus dijauhi, gabisa sembarang didekati, kena dikit bisa bikin hati mati. Kalo udah punya penawar yang cukup kuat baru bisa menghampiri mereka ini, itu juga jangan bergaul terlalu dekat, bahaya.
Disadur dari ceramah shubuh 1 januari 2017 di masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia.